Menarikkah Profesi Keuangan untuk Dijadikan Pilihan Karier?


Generasi muda memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan arah profesi di masa depan. Kemampuan dan keterampilan yang mereka miliki menjadi modal penting dalam mengembangkan profesi. Menurut data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada tahun 2022, jumlah penduduk Indonesia yang berusia produktif mencapai lebih dari 191 juta orang.  Sebagian besar dari mereka adalah Generasi Z. Pada tahun 2030, Indonesia membutuhkan sekitar 9 juta orang muda berbakat, terutama di bidang digital.   Sudah pasti mereka ada di dalamnya. 

Generasi muda memiliki banyak pilihan dalam menentukan karier yang ingin ditekuni, termasuk di bidang digital yang sedang berkembang pesat.  Namun, selain harus memiliki keterampilan dan pengetahuan teknologi, generasi muda juga perlu mempunyai kemampuan nonteknis yang dibutuhkan dalam pasar kerja yang semakin kompleks 


Kontribusi generasi muda dalam pertumbuhan ekonomi  

Menurut Badan Pusat Statistik, pada awal Januari 2021 mayoritas penduduk Indonesia terdiri dari generasi Z (kelahiran 1997-2012) dan milenial (kelahiran 1981-1996). Proporsi generasi Z sebesar 27,94% dari total populasi, sedangkan generasi milenial 25,87%. Kedua lapis generasi ini termasuk dalam kelompok usia produktif, sehingga dapat menjadi katalisator untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. 

Indonesia saat ini sedang mengalami bonus demografiDari total populasi 270,4 juta orang (tahun 2020),  70,72%-nya adalah penduduk usia produktif (15-64 tahun). Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dari data ini, beberapa tahun ke depan, seluruh generasi Z akan masuk ke dalam kelompok usia produktif sehingga diharapkan dapat berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. 

Perlu dicatat bahwa bonus demografi tidak akan berlangsung selamanya. Jika tidak dikelola dengan baik, bonus ini justru bakal jadi masalah di masa depan. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk menyiapkan diri dalam menyongsong masa depan, terutama dalam hal pendidikan dan pelatihan tenaga kerja 

Generasi muda perlu dibekali dengan keterampilan dan pengetahuan yang relevan dengan tuntutan pasar kerja, termasuk keterampilan digital dan keahlian dalam bidang profesi keuangan. Dengan demikian, Indonesia dapat memanfaatkan bonus demografi ini untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 


Teknologi dan kesempatan berkarier 

Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, terutama internet, telah membuka banyak kesempatan bagi generasi muda dalam menentukan karier. Saat ini, angkatan kerja generasi muda memiliki lebih banyak pilihan dalam menetapkan karier pekerjaan, termasuk dalam profesi yang tidak lagi mengharuskan bekerja dengan satu pemberi kerja terus-menerus. 

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah membuka banyak kesempatan itu, terutama dalam bisnis dan pekerjaan. TIK memungkinkan orang untuk bekerja dari jarak jauh tanpa harus berada di kantor secara fisik. Ini memberikan fleksibilitas bagi pekerja, meningkatkan efisiensi waktu dan biaya transportasi, serta membuka kesempatan untuk bekerja dengan perusahaan lintas-negara. 

Selain itu, TIK juga memberikan kesempatan bagi pelajar dan mahasiswa untuk belajar dari jauh melalui platform pembelajaran daring. Pembelajaran jarak jauh makin populer karena memberikan fleksibilitas bagi peserta didik dan menghemat biaya pendidikan. Hal ini memungkinkan mereka untuk mengeksplorasi berbagai pilihan karier dari rumah tanpa harus memikirkan biaya transportasi atau akomodasi 

Di dunia wirausaha, TIK membuka pintu bagi para pelaku usaha.  Lokapasar tumbuh makin ramai sebagi tempat buat menjual produk dan jasa.  Transaksi dikukan secara daring dengan mudah dan efisien. 

Dalam era digital ini, keahlian teknologi sangat penting untuk memperkuat posisi dalam dunia kerja, termasuk dalam profesi keuangan yang menjadi penyokong perekonomian. Profesi keuangan telah melakukan transformasi digital dalam penyediaan jasa dengan mengoptimalkan penggunaan TIK


Pertimbangan memilih profesi  

Profesi keuangan menjadi salah satu pilihan karier menarik bagi generasi muda. Banyak faktor yang menjadikan profesi keuangan menarik, seperti jalur karier yang stabil, gaji dan tunjangan yang menjanjikan, keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan, variasi dan kegembiraan dalam bekerja, serta fleksibilitas dalam bekerja. Namun, generasi muda perlu mempertimbangkan beberapa faktor sebelum memutuskan untuk memilih karier tertentu. 

Pertama-tama, faktor ekonomi seperti gaji, tunjangan, dan job security perlu dipertimbangkan karena akan memengaruhi stabilitas keuangan mereka di masa depan. Kedua, faktor sosial seperti gengsi atau prestise juga dapat memengaruhi keputusan mereka dalam memilih karier tertentu. Ketiga, faktor keluarga seperti kebebasan memilih tempat kerja juga perlu dipertimbangkan, apakah mereka ingin bekerja di kota atau di pedesaan, atau bahkan di luar negeri. Keempat, faktor hubungan kerja seperti menjadi pimpinan pada kantornya sendiri atau menjadi karyawan dan kebebasan untuk cuti juga harus dipertimbangkan. Terakhir, faktor pribadi seperti aktualisasi diri, independensi, dan panggilan jiwa juga dapat menjadi faktor penting dalam memilih karier. 

PPPK selaku regulator, asosiasi profesi, dan akademisi dapat membantu generasi muda dalam menentukan arah profesi yang tepat melalui sosialisasi profesi dan kuliah umum di berbagai perguruan tinggi. Hal ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam memahami lebih lanjut tentang profesi keuangan dan memutuskan apakah profesi ini sesuai dengan minat dan bakat mereka. Dalam memilih karier, generasi muda harus mempertimbangkan faktor-faktor penting dan memilih profesi yang sesuai dengan minat, bakat, serta tujuan hidup mereka.


Karier yang menjanjikan pada profesi keuangan 

Alasan generasi muda dalam memilih karier adalah karena kesempatan dan kejelasan jalur karier, serta tempat yang tepat untuk mengembangkan kompetensi. Profesi keuangan menjadi salah satu pilihan menarik bagi generasi muda karena menawarkan penghasilan yang menjanjikan dan lingkungan kerja yang mendukung. Selain itu, pekerjaan di bidang keuangan juga membutuhkan keterampilan seperti kreativitas, empati, dan keahlian analitis atas masalah yang kompleks, yang ditegaskan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.  Hal ini dipertegas oleh Kai Fu Lee, seorang  pakar kecerdasan buatan asal China yang menyatakan bahwa pekerjaan yang tidak tergantikan oleh robot atau mesin, ketika pekerjaan tersebut membutuhkan keterampilan seperti kreativitas, empati dan keahlian tertentu. Pekerjaan ini adalah pekerjaan di profesi keuangan 

Pekerjaan di bidang keuangan tidak hanya membutuhkan kemampuan menghafal, tetapi juga kemampuan analitis yang dapat menguji kreativitas individu dalam menyelesaikan masalah yang kompleks. Oleh karena itu, profesi keuangan merupakan tempat yang tepat untuk mengembangkan keterampilan analitis dan kompetensi lainnya. 

Jalur karier di bidang keuangan sangat jelas, dimulai dari posisi junior hingga menjadi rekan atau pemimpin kantor atau mendirikan kantor profesi keuangan. Durasi tiap level karier bervariasi tergantung pada kemampuan dan prestasi individu. Selain itu, tempat kerja di bidang keuangan juga merupakan tempat yang tepat untuk mengembangkan kompetensi dalam bidang teknologi, analisis data, dan keterampilan interpersonal. 

Banyak orang enggan memilih suatu profesi umumnya karena risiko. Menapaki karier sebagai profesi keuangan secara risiko tergolong rendah.  Tidak ada risiko kehilangan modal seperti bisnis atau mengembangan usaha. Lain halnya jika telah menjadi pucuk pimpinan di profesi ini dan lebih lebih ke risiko keberlangsungan bisnis kantor dan sanksi oleh regulator, namun risiko ini dapat ditekan jika dalam memberikan jasa patuh pada standar profesi dan regulasi yang berlaku. 

Berbagai pertimbangan di atas menjadi sebagian orang mantap menentukan pilihannya menekuni profesi keuangan Pertimbangan lain adalah jenjang karier yang lebih terukur dan kesempatan pengembangan kompetensi yang lebih besar. Kompetensi itu diperoleh dari program pelatihan atau ilmu yang didapat ketika menangani kasus dalam pemberian jasanya.  

Saat ini generasi muda yang telah menjadi bagian dari profesi keuangan belum cukup banyak. Itu menjadi pekerjaan rumah berbagai pihak, di antaranya regulator, asosiasi profesi, dan akademisi.  Tiga aktor kunci inilah yang perlu mengenalkan betapa menariknya profesi keuangan bagi generasi muda.


Editor: Dewi Hariyani Proofreader: Suryadi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemeriksaan terhadap Akuntan Publik dan Harapan untuk PPPK